Postingan

Cerpen Sejarah di Kampung Halaman

“SEJARAH DI KAMPUNG HALAMAN” Oleh : Ainul Yaqin         Seperti biasa Jalan-jalan pagi mulai ramai, orang-orang hendak bolak balik menampakkan wajah kecemasan dan ada juga yang gembira. Asap-asap kendaraan mulai mengepal diudara. Matahari yang terang  benderang mulai menerangi bumi, namun kadang juga tidak nampak sebab tetutup oleh gumpalan awan hitam. Meskipun begitu, bumi masih terus berputar menjalankan titah Tuan-Nya. Hanya saja saat ini alamku tak lagi sama dengan alamku yang dulu. Ditambah lagi dengan teknologi yang semakin canggih dan kemajuan era modernisasi yang mengelabui para generasi. Sejarah sudah tidak lagi di ingat dan  budaya mulai diabaikan bahkan ditinggalkan. Karena keadaan yang sedang tidak baik-baik saja sebab Corona, aku kembali ke kampung halamanku. Aghttt.....alamku....       Beginilah pagi ini aku keluar rumah, menyapa bumi yang kupijak sedang tidak baik-baik saja. Membayangkan bagaimana  bumi selanjutnya beker...

Kemaliq Ranget

  Kemaliq Ranget          Menelusuri dari googlemap, ada sebuah lokasi yang sedikit membingungkan, yakni pura Ranget. Setahu saya, di tempat tersebut tidak ada masyarakat yang beragama selain Islam. Lalu mengapa ada bangunan pura di tempat itu. Akhirnya saya mencoba menelusuri lebih jauh dengan datang langsung ke lokasi, dan mewancarai Kepala Dusun Ranget, Bapak Septori Wirawan.           Benar saja. Pak Kadus dengan tegas mengatakan bahwa warganya tidak ada yang beragama selain Islam. Persoalan pura Ranget menurutnya, merupakan konflik berkepanjangan antara masyarakat setempat sebagai pemilik dengan masyarakat pendatang yang mengaku memiliki sebidang tanah di seputaran kemaliq.                   “Masyarakat setempat dan para ahli waris tidak pernah menjual tanahnya, tapi anehnya mereka sudah memiliki sertifikat tanah. Anehnya lagi, tanah tersebut juga dimiliki oleh sebuah perus...

Kemaliq Ranget (Tempat Pelaksanaan kebudayaan Suku Sasak)

  KEMALIQ RANGET  Oleh: Ainul Yaqin Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman suku, ras, bahasa, agama, adat istiadat dan budaya. Dari sabang sampai merauke terdapat beribu adat/etnis/budaya  yang berbeda di setiap daerahnya. Salah satunya terdapat di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya di pulau Lombok (Suku Sasak). Suku sasak adalah suku yang mendiami pulau Lombok dan menggunakan bahasa Sasak sebagai alat komunikasi. Pulau lombok sejatinya adalah kampung halaman dari suku Sasak. Sebagian besar suku Sasak beragama Islam. Di Lombok sendiri terdapat banyak kebudayaan yang masih dijalankan dan diikuti oleh masyarakat suku Sasak sampai saat ini. Dalam proses pelaksanakan kegiatan kebudayaan ini memiiki tempat pelaksanaan  khusus, yang dipercayai oleh masyarak suku Sasak sebagai tempat yang sakral, salah satunya adalah Kemaliq.  Apa sih yang di maksud dengan Kemaliq? Kemaliq merupakan suatu tempat untuk melakukan kegiatan kebudayaan, dimana ...